Work Organization In Indonesians



Workers' normative rights are fundamental rights guaranteed under national labor legislation and must be respected and fulfilled by employers. Despite the existing legal framework, many workers remain unaware of these rights, making them vulnerable to labor rights violations such as underpayment of wages, excessive working hours, exclusion from social security schemes, unfair dismissal, and restrictions on freedom of association.

Labour unions play a vital role in promoting, protecting, and defending the rights and interests of workers. To effectively fulfill this role, union members require continuous capacity building and practical knowledge of labor legislation, workers' rights, industrial relations mechanisms, and effective advocacy strategies for addressing labor rights violations.

To strengthen workers' awareness and organizational capacity, this project will organize a one-day intensive workshop for labour union members and worker representatives. The workshop will provide a participatory learning environment through presentations, interactive discussions, case studies, and practical exercises designed to enhance participants' understanding of workers' normative rights, industrial relations, dispute resolution mechanisms, and practical advocacy skills.

By the end of the workshop, participants are expected to demonstrate an improved understanding of labor legislation and workers' rights, increased awareness of the strategic role of labour unions in protecting workers' interests, and enhanced capacity to identify, monitor, and respond to labor rights violations in their workplaces. Participants will also be encouraged to disseminate the knowledge gained within their respective unions and workplaces, thereby extending the impact of the training beyond the immediate beneficiaries.

The funds raised through this proposal will be used exclusively to support the implementation of the workshop. This includes venue rental, speaker honoraria, the rental or procurement of training equipment and event materials, meals and refreshments for participants and organizing committee members, transportation and logistical support where necessary, as well as other reasonable operational expenses directly related to the successful delivery of the program. All funds will be managed responsibly and transparently to ensure that resources are used efficiently and effectively in achieving the project's objectives

In the longer term, the project aims to strengthen labour union capacity, promote greater compliance with labor standards, foster more constructive industrial relations, and contribute to the realization of decent work, social justice, and the protection of fundamental workers' rights.

These are some of our needs, among others:

Estimated Budget (20 Participants)

Hall Rental (1 Day) Rp4,000,000/193,46 Euro

Participant Meals Rp4,000,000/193,46Euro

Snacks Rp2,400,000/116,07 Euro

Coffee Break Rp1,600,000/77,38 Euro

Office Supplies Rp1,500,000/72,55 Euro

Training Modules Rp2,000,000/96,74 Euro

Banner Rp600,000/29,02 Euro

Honoraria for 2 Speakers Rp2,000,000/96,73 Euro

Documentation Rp1,500,000/72,55 Euro

Equipmentn Rp1.500.000/72,55 Euro

Committee Operations Rp2.000.000/ 96,74 Euro

Reserve Fund Rp1.400.000/67,79 Euro

Total 23.300.000/1.127,28 Euro






Supporters of this campaign include:

Progressive Prosperous Labor Union (SBPS)

Pustaka Catut

Prisoners’ Union

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Translate In Indonesian

Hak-hak normatif pekerja merupakan hak-hak mendasar yang dijamin oleh undang-undang ketenagakerjaan nasional dan harus dihormati serta dipenuhi oleh pengusaha. Meskipun kerangka hukum telah ada, banyak pekerja yang masih belum menyadari hak-hak tersebut, sehingga membuat mereka rentan terhadap pelanggaran hak-hak ketenagakerjaan seperti upah yang kurang dibayarkan, jam kerja yang berlebihan, tidak dilibatkannya pekerja dalam skema jaminan sosial, pemecatan yang tidak adil, dan pembatasan kebebasan berserikat.

Serikat pekerja memainkan peran penting dalam mempromosikan, melindungi, dan memperjuangkan hak serta kepentingan pekerja. Untuk menjalankan peran ini secara efektif, anggota serikat pekerja memerlukan pengembangan kapasitas berkelanjutan dan pengetahuan praktis mengenai undang-undang ketenagakerjaan, hak-hak pekerja, mekanisme hubungan industrial, serta strategi advokasi yang efektif untuk menangani pelanggaran hak-hak pekerja.

Untuk memperkuat kesadaran dan kapasitas organisasi para pekerja, proyek ini akan menyelenggarakan lokakarya intensif selama satu hari bagi anggota serikat pekerja dan perwakilan pekerja. Lokakarya ini akan menyediakan lingkungan pembelajaran partisipatif melalui presentasi, diskusi interaktif, studi kasus, dan latihan praktis yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai hak-hak normatif pekerja, hubungan industrial, mekanisme penyelesaian sengketa, serta keterampilan advokasi praktis.

Pada akhir lokakarya, para peserta diharapkan dapat menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai perundang-undangan ketenagakerjaan dan hak-hak pekerja, kesadaran yang meningkat akan peran strategis serikat pekerja dalam melindungi kepentingan pekerja, serta kemampuan yang ditingkatkan untuk mengidentifikasi, memantau, dan menanggapi pelanggaran hak-hak pekerja di tempat kerja mereka masing-masing. Para peserta juga akan didorong untuk menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh di dalam serikat pekerja dan tempat kerja masing-masing, sehingga memperluas dampak pelatihan ini melampaui para penerima manfaat langsung.

Dana yang dihimpun melalui proposal ini akan digunakan secara eksklusif untuk mendukung pelaksanaan lokakarya. Hal ini mencakup sewa tempat, honorarium pembicara, sewa atau pengadaan peralatan pelatihan dan bahan acara, makanan dan minuman untuk peserta serta anggota panitia penyelenggara, transportasi dan dukungan logistik jika diperlukan, serta biaya operasional wajar lainnya yang secara langsung berkaitan dengan keberhasilan pelaksanaan program. Seluruh dana akan dikelola secara bertanggung jawab dan transparan untuk memastikan bahwa sumber daya digunakan secara efisien dan efektif dalam mencapai tujuan proyek.

Dalam jangka panjang, proyek ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas serikat pekerja, mendorong kepatuhan yang lebih baik terhadap standar ketenagakerjaan, membina hubungan industrial yang lebih konstruktif, serta berkontribusi pada terwujudnya pekerjaan yang layak, keadilan sosial, dan perlindungan hak-hak dasar pekerja.

Berikut ini adalah beberapa kebutuhan kami, antara lain:

Perkiraan Anggaran (20 Peserta)

Sewa Ruang (1 Hari) Rp4.000.000/193,46 Euro

Makanan Peserta Rp4.000.000/193,46 Euro

Camilan Rp2.400.000/116,07 Euro

Istirahat ngopi Rp1.600.000/77,38 Euro

Perlengkapan Kantor Rp1.500.000/72,55 Euro

Modul Pelatihan Rp2.000.000/96,74 Euro

Spanduk Rp600.000/29,02 Euro

Honorarium untuk 2 Pembicara Rp2.000.000/96,73 Euro

Dokumentasi Rp1.500.000/72,55 Euro

Peralatan Rp1.500.000/72,55 Euro

Operasional Panitia Rp2.000.000/96,74 Euro

Dana Cadangan Rp1.400.000/67,79 Euro

Total 23.300.000/1.127,28 Euro


Para pendukung kampanye ini antara lain:

Serikat Buruh Progresif dan Sejahtera (SBPS)

Pustaka Catut

Serikat Tahanan


0% of €1128

€0 reached in total

30 days left